Turis Meninggal Saat Liburan, Niatnya Hanya Ingin Menjelajah

Posted on

Liburan musim dingin di Austria berubah tragis bagi turis Denmark berusia 55 tahun ini. Dia tersesat saat menjelajahi kawasan air terjun Gasteiner Ache.

Turis tersebut sedang berlibur bersama teman-temannya di resor ski Lembah Gastein pada awal Januari 2026. Petaka itu terjadi pada Sabtu (10/1) malam. Saat itu, mereka mengunjungi air terjun Gasteiner Ache.

Awalnya semua berjalan sesuai rencana. Saat hendak kembali ke penginapan, turis Denmark itu memutuskan mengambil jalan memutar. Sementara itu, teman-teman lain memilih melalui rute terpendek dan sudah umum dilalui turis.

Rupanya, itu menjadi kali terakhir dia terlihat oleh rekan-rekannya.

Setelah teman-temannya tiba di penginapan, turis tersebut belum juga kembali. Karena khawatir, teman-temannya menelepon polisi.

Kepolisian merespons cepat. Tim pencari diterjunkan untuk menemukan pria Denmark itu. Sebuah helikopter diterbangkan untuk membantu pencarian, tetapi hasilnya nihil.

Keesokan harinya, tim penyelamat Gunung Bad Gastein dipanggil. Sebanyak 20 personel penyelamat ditugaskan. Mereka menyisir medan yang sulit di sekitar Sungai Gasteiner Ache.

Sebelum pukul 14.00 waktu setempat, turis itu ditemukan di dasar sungai yang membeku. Titik itu hanya beberapa langkah dari air terjun yang curam. Saat ditemukan, turis itu tidak lagi bernyawa.

Tidak ada yang tahu mengapa pria itu tidak mengambil jalan langsung kembali ke penginapannya atau mengapa dia menuju air terjun Gasteiner Ache.

Berdasarkan bukti di tempat kejadian, polisi percaya pria itu sedang berjalan di sepanjang jalan setapak di tepi sungai Ache dan tergelincir ke dasar sungai.

Polisi tidak melihat hal mencurigakan dari kematiannya. Otopsi akan dilakukan pada waktunya.

Tim penyelamat gunung menerima tujuh panggilan darurat lainnya hari itu karena kondisi cuaca yang sangat dingin.

“Ini termasuk longsoran salju, pemain ski yang terluka di luar jalur, orang-orang yang terperangkap di medan pegunungan, dan operasi pencarian skala besar dengan hasil yang tragis dan fatal,” ujar pemimpin distrik Gerhard Kremser, dikutip dari The Sun, Rabu (14/1/2026).

Dia menyebut insiden di Gastein itu terjadi karena kondisi daerah yang berbahaya, dengan kemiringan terjal dan kedekatan dengan air.