Siapa sangka, di tengah padatnya Surabaya, ada sebuah kampung unik dengan deretan nama-nama jalan seperti zodiak. Ada jalan Aries, Gemini, sampai Virgo.
Nama jalan zodiak itu menjadi alamat resmi bagi warga di kawasan Ploso, Tambaksari, Surabaya. Pantauan di lokasi, deretan jalan bernama zodiak itu berada saling berdekatan satu sama lain.
Di sejumlah sudut kampung, tampak plang penunjuk nama jalan terpampang jelas. Ada pula yang bahkan ditulis di gapura.
Nama-nama jalan tersebut juga tercantum di Google Maps dan sudah lama resmi digunakan warga sebagai alamat rumah maupun tempat usaha.
Menariknya, posisi tiap jalan zodiak hanya dibedakan oleh gang. Bahkan, ada yang berbatasan langsung. Seperti Jalan Cancer yang berdampingan dengan Jalan Gemini.
Sementara Jalan Libra terlihat berseberangan dengan Jalan Aries. Ada pula Jalan Virgo yang letaknya tak jauh dari Jalan Taurus.
Namun, karakter tiap jalan tak selalu sama. Beberapa gang di kawasan Jalan Scorpio dan Jalan Leo, misalnya, terpantau lebih sempit dibanding jalan zodiak lainnya. Meski begitu, aktivitas warga tetap berjalan normal seperti kampung-kampung lain di Surabaya.
Tak semua warga Surabaya pun mengetahui nama jalan sesuai zodiak tersebut. Seperti Dwi (31), warga Manyar Sabrangan yang mengaku baru tahu saat menjemput salah satu temannya yang tinggal di kawasan tersebut.
“Saya baru tahu, saya tahunya ya ini kawasan Karang Empat, ternyata nama-nama gangnya ada yang pakai zodiak begini,” ungkap Dwi, Minggu (11/1/2026).
Sementara itu, Camat Tambaksari Yudi Eko Handono menjelaskan, penamaan jalan di kawasan tersebut memang memiliki sejarah tersendiri dan sudah berlangsung lama.
“Yang sekitarnya itu dikasih nama Jalan Karang Empat I-XII. Lah yang sebelahnya di situ diberi nama-nama jalan-jalan zodiak,” ujar Yudi.
Ia menegaskan, nama jalan zodiak tersebut bukan sekadar sebutan tidak resmi. Nama-nama itu diakui secara administratif dan digunakan dalam dokumen kependudukan.
Menurut Yudi, berdasarkan informasi yang ia terima dari warga, penamaan jalan sesuai dengan 12 zodiak itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
“Yang saya tahu sekitar di 1970-an 1980-an lah sudah resmi jadi nama jalan. Itu kemarin informasinya dari warga seperti itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kawasan tersebut dulunya terdiri dari dua wilayah yang berdampingan dengan konsep penamaan berbeda.
“Jadi dulunya ada dua tempat ya, dua tempat yang berdekatan, bersebelahan itu. Satunya diberi nama zodiak, satunya diberi nama 12 bulan. Tapi perkembangan berikutnya 12 bulan ini akhirnya berubah jadi Karang Empat I-XII, mengikuti jumlah bulan sampai 12 bulan,” pungkas Yudi.
——–
Artikel ini telah naik di detikJatim.
