Kota kecil Biei di Hokkaido, Jepang tetap ramai di awal tahun walau deretan pohon birch putih yang indah, yang menjadi sasaran foto wisatawan telah ditebang. Warga lokal dibuat pusing dengan overtourism ini.
Dilansir dari Japan Today, Selasa (6/1/2026) dalam beberapa tahun terakhir, kota Biei yang dikenal dengan perbukitan pertaniannya dibuat pusing oleh kelakuan wisatawan. Traveler sering kali menerobos masuk ke ladang pertanian di sekitarnya untuk mengambil foto dan area tersebut terkadang dipenuhi hingga selusin bus wisata.
Pejabat pun akhirnya memutuskan menebang pohon-pohon tersebut dengan persetujuan kota dan arus pengunjung awalnya sempat menurun, namun tidak lama. Pada tanggal 6 Desember 2025, rombongan wisatawan datang dengan bus dan tak peduli dengan pepohonan yang tumbang yang ditutupi salju.
Ternyata perhatian wisatawan teralihkan ke Pohon Tujuh Bintang, pohon terkenal yang ditampilkan pada kemasan merek rokok, lalu mereka mengambil foto dan meninggalkan area tersebut setelah sekitar 10 menit. Di bagian kota lain pada hari yang sama, tempat wisata populer yang menampilkan Pohon Natal sama ramainya seperti sebelumnya, dengan suara peluit yang memekakkan telinga saat petugas keamanan berusaha mengendalikan lalu lintas.
Menurut Asosiasi Pariwisata Biei, banyak wisatawan berjalan kaki dari stasiun terdekat untuk sampai ke sana, dan seringkali mereka menginjak-injak lahan pertanian di sepanjang jalan dan menyebabkan kerusakan. Dan untuk mengatasi masalah ini, asosiasi meluncurkan operasi percontohan bus antar-jemput antara pohon dan Stasiun JR Biei bulan lalu. Mereka juga meningkatkan jumlah petugas keamanan musim dingin ini.
Namun tetap saja, mereka kesulitan mengendalikan karena jumlah mobil dan bus tidak dibatasi masuk ke kota kecil ini. Tahun 2024, asosiasi mencatat bahwa jumlah wisatawan ke Biei, termasuk dari luar negeri, mencapai sekitar 2,68 juta, dengan peningkatan jumlah turis asing yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada pertemuan yang diadakan bulan lalu di pusat komunitas setempat, 10 peserta membahas cara mengatasi pariwisata berlebihan di kota tersebut, dengan beberapa di antaranya mengungkapkan kekecewaan terhadap pengunjung asing.
Di sisi lain, overtourism malah membawa berkah bagi Shigekazu Ishimura, yang mengelola sebuah kafe di Biei. Dia mengatakan bahwa memperoleh keuntungan dari peningkatan jumlah pengunjung dari China.






