Agen Travel Catat Lonjakan Permintaan Tiket ke Luar Negeri

Posted on

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mencatat terjadi lonjakan permintaan tiket pesawat ke luar negeri dalam beberapa hari terakhir. Fenomena itu disebut-sebut tak hanya dipicu oleh tren perjalanan wisata, tetapi juga situasi politik dan keamanan di dalam negeri yang membuat sebagian masyarakat mempertimbangkan alternatif perjalanan atau bahkan relokasi sementara.

Ketua Umum Astindo, Pauline Suharno, mengungkapkan bahwa sejak 28-31 Agustus tengah menggelar Astindo Travel Fair di Mal PIK Avenue, Jakarta Utara. Biasanya, ajang itu dimanfaatkan masyarakat untuk merencanakan libur panjang, seperti libur lebaran 2026, libur sekolah 2026, atau libur akhir pekan, namun kali ini pola pemesanan berubah drastis.

“Biasanya orang-orang beli tiket untuk liburan yang jauh-jauh hari. Tapi kemarin ini mendadak banyak permintaan untuk keberangkatan segera,” ujar Pauline yang dihubungi detiktravel, Minggu (31/8/2025).

Merujuk data Astindo, destinasi yang paling banyak dipilih adalah Singapura dan Malaysia, disusul Bali sebagai tujuan dalam negeri. Sementara itu, Australia mulai dilirik sebagai opsi perjalanan sekaligus lokasi menetap sementara bagi mereka yang mencari jarak lebih jauh.

Pauline menambahkan bahwa fenomena itu menunjukkan dinamika sosial dan politik di dalam negeri dapat mempengaruhi tren perjalanan masyarakat.

“Kebutuhan untuk bepergian itu tidak selalu soal liburan, ada juga faktor lain yang membuat orang ingin segera pergi,” kata dia.

Pauline mengatakan peningkatan pemesanan tiket perjalanan dalam travel fair itu melonjak hingga 27% dari hari biasa.

“Hari ke1-2 pameran 28-29 Agustus sales sangat bagus, kemarin Sabtu 30 Aug yang harusnya peak untuk visitors jadi agak sepi, banyak customer enggan ke mall karena takut terjadi hal-hal yg tidak diinginkan,” pungkasnya.

Tiket Perjalanan Laris, tapi Miris dengan Tindakan Anarkis

Pauline berharap demonstrasi penyampaian pendapat tidak berlanjut dengan tindakan anarkis, termasuk penjarahan. Sebab, kondisi itu bakal mempengaruhi bisnis perjalanan.

“Kami dari Astindo menyayangkan terjadinya tindakan kekerasan/anarkis dalam berbagai protes di Indonesia, karena kondisi bisnis kami yang sedang tertatih-tatih pulih/membaik sejak bulan Juli, jadi tertahan lagi,” kata Pauline.