Demi mencegah kejadian buruk, bandara-bandara di Korea Selatan memperketat batasan perangkat yang memakai baterai di pesawat. Tak hanya powerbank, catokan dan benda elektronik lain yang memakai litium dan tak bisa dicopot bakal dilarang.
Dilansir dari Korea Times, Selasa (20/1/2025) aturan ketat itu ramai dibicarakan setelah seorang seorang pelancong asal Australia, Ellie Tran, terpaksa meninggalkan catokan rambut nirkabel senilai sekitar 500.000 won atau sekitar Rp 5,7 juta di Bandara Internasional Incheon sebelum terbang pulang ke Sydney.
Tran mengatakan kepada Daily Mail bahwa ia sering membawa model yang sama tanpa insiden, tetapi setelah terbang pulang dari Korea alatnya ini harus dia tinggalkan.
Perangkat tersebut berisi baterai lithium-ion bawaan yang tidak dapat dilepas, yang oleh petugas keamanan dianggap sebagai risiko kebakaran.
Maskapai penerbangan Korea sekarang melarang alat pelurus rambut nirkabel, alat pengeriting rambut, setrika portabel, dan penghangat tangan isi ulang dengan baterai yang tidak dapat dilepas di bagasi kabin dan bagasi terdaftar di semua rute.
Petugas keamanan di Incheon dan pusat penerbangan utama Korea lainnya semakin sering menandai berbagai perangkat bertenaga baterai yang menghasilkan panas atau cahaya intensitas tinggi.
Satu-satunya pengecualian adalah jika perangkat dengan baterai tersebut dapat dilepas secara fisik atau diputus sepenuhnya atau mode pesawat yang memutus daya ke elemen pemanas. Pihak berwenang mengatakan penertiban ini menyusul serangkaian insiden yang melibatkan kebakaran baterai di pesawat Korea.
Pada Januari tahun lalu, ledakan baterai portabel pada penerbangan Air Busan di Bandara Internasional Gimhae merusak pesawat secara parah. Ada juga kasus powerbank yang berasap atau terbakar baru-baru ini pada penerbangan ke dan dari Incheon.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi telah memerintahkan maskapai penerbangan untuk memperlakukan ‘perangkat pemanas baterai yang tidak dapat dilepas’ sebagai barang berisiko tinggi, sambil memperketat aturan tentang di mana dan bagaimana baterai lithium lainnya dibawa.
Setelah serangkaian insiden sejak Maret 2025, penumpang disarankan untuk menyimpan powerbank dan rokok elektrik di dalam kantong yang telah ditentukan dan di saku mereka, bukan di kompartemen atas, untuk memastikan respons segera jika terjadi kebakaran. Pengisian daya powerbank selama penerbangan juga sangat dibatasi.
Panduan bandara Incheon juga menekankan bahwa baterai lithium di atas 160 watt-jam dilarang, bahkan baterai cadangan yang lebih kecil hanya diperbolehkan di kabin dengan batasan khusus.
Penertiban ini menyelaraskan Korea dengan Jepang, di mana regulator juga telah melarang alat penata rambut tanpa kabel dengan baterai yang tidak dapat dilepas dari kabin dan bagasi.
Amerika Serikat dan negara-negara Eropa juga membatasi barang-barang tersebut hanya di tas jinjing dengan penutup pengaman wajib dan kunci anti-aktivasi.
Traveler yang terlanjut membawa barang-barang yang disebutkan di atas tidak perlu risau. Sejak 2017, Bandara Incheon mengoperasikan ‘penyimpanan dan kurir’ di dekat area keamanan.
Di sini traveler dapat menyimpan barang-barang mereka hingga perjalanan berikutnya atau mengirimkannya ke alamat di Korea daripada membuangnya. Namun tetap saja, barang-barang ini tidak dapat dikirim melalui udara ke luar negeri.
