Buntut cuaca buruk yang terjadi di atas langit Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), 20 penerbangan Lion Group dialihkan menuju ke bandara lain.
Lion Group memberikan penjelasan terkait operasional penerbangan pesawat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (12/1).
Seperti diketahui, pada pagi hari, kondisi cuaca di wilayah bandara Soetta kurang baik dengan jarak pandang pendek, sehingga tidak memenuhi kualifikasi standar keselamatan penerbangan untuk proses pendaratan dan keberangkatan pesawat.
“Dalam situasi tersebut, 20 penerbangan Lion Group dari berbagai rute harus melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke beberapa bandar udara alternatif,” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro lewat keterangan resminya, Senin (12/1/2026).
Pengalihan pendaratan pesawat itu dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Menurut Danang, jarak pandang yang terbatas membuat pilot tidak dapat melihat landasan secara jelas, sehingga pendaratan tidak bisa dilakukan dengan aman.
“Oleh karena itu, pilot memilih mendarat di bandara alternatif yang kondisi cuacanya lebih mendukung (aman untuk operasional). Keputusan pilot tersebut sudah tepat dan sesuai prosedur standar operasional penerbangan,” tambah Danang.
Dalam dunia penerbangan, keselamatan selalu menjadi prioritas utama, dan pilot memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan terbaik demi melindungi pelanggan, awak pesawat, dan pesawat yang dia terbangkan.
Berikut Daftar Penerbangan Lion Group yang Mengalami Pengalihan Pendaratan:
Lion Air (kode penerbangan JT)
∙ JT-241 rute Bandar Lampung – Jakarta (jadwal 07.05 WIB) dialihkan ke Palembang
∙ JT-353 rute Padang – Jakarta (jadwal 06.05 WIB) dialihkan ke Bandar Lampung
∙ JT-209 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 06.00 WIB) dialihkan ke Semarang
∙ JT-393 rute Pekanbaru – Jakarta (jadwal 07.50 WIB) kembali ke bandara asal (return to apron) untuk menunggu kondisi membaik
∙ JT-713 rute Pontianak – Jakarta (jadwal 11.45 WIB) dialihkan ke Batam
∙ JT-211 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 11.00 WIB) dialihkan ke Jambi
∙ JT-201 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 09.00 WIB) dialihkan ke Pangkalpinang
Batik Air (kode penerbangan ID)
∙ ID-7369 rute Semarang – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Bandar Lampung
∙ ID-6375 rute Solo – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
∙ ID-6885 rute Medan Kualanamu – Jakarta (jadwal 06.35 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
∙ ID-6201 rute Pangkalan Bun – Jakarta (jadwal 07.30 WIB) dialihkan ke Pangkalpinang
∙ ID-6863 rute Batam – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Jambi
∙ ID-6541 rute Kupang – Jakarta (jadwal 07.05 WIB) dialihkan ke Solo
∙ ID-6561 rute Palu – Jakarta (jadwal 07.00 WIB) dialihkan ke Yogyakarta (YIA)
∙ ID-6819 rute Bengkulu – Jakarta (jadwal 07.10 WIB) dialihkan ke Semarang
∙ ID-7066 rute Pekanbaru – Jakarta (jadwal 06.30 WIB) dialihkan ke Semarang
Batik Air (kode penerbangan OD)
∙ OD-382 rute Kuala Lumpur – Jakarta (jadwal 07.35 WIB) dialihkan ke Pekanbaru
Super Air Jet (kode penerbangan IU)
∙ IU-813 rute Padang – Jakarta (jadwal 10.20 WIB) dialihkan ke Palembang
∙ IU-857 rute Batam – Jakarta (jadwal 09.55 WIB) dialihkan ke Palembang
∙ IU-843 rute Jambi – Jakarta (jadwal 12.05 WIB) dialihkan ke Palembang
Buntut dari banyaknya penerbangan yang dialihkan membuat banyak penyesuaian jadwal dan keterlambatan pada penerbangan-penerbangan berikutnya, karena satu pesawat biasanya digunakan secara berkelanjutan untuk beberapa rute dalam satu hari (rotasi pesawat).
“Ketika satu penerbangan tertunda atau dialihkan, maka jadwal penerbangan selanjutnya ikut terdampak. Meski demikian, Lion Group terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan keterlambatan antara lain dengan koordinasi intensif antara tim operasional, pilot, awak kabin, dan pengelola bandara, serta penyesuaian rotasi pesawat dan kru secara cepat dan terukur,” kata Danang.
Optimalisasi layanan darat agar proses keberangkatan segera dilakukan setelah kondisi aman juga dilaksanakan. Semua langkah tersebut dilakukan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan, sekaligus tetap menjaga ketepatan waktu penerbangan semaksimal mungkin.
“Lion Group mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan,” tutup Danang.
