Terowongan bawah laut terpanjang menghubungkan Denmark dan Jerman, membentang sepanjang 18 kilometer. Infrastruktur megah itu diharapkan mempermudah arus transportasi dan memperkuat konektivitas antara kedua negara.
Terowongan bawah laut itu akan menghubungkan Pulau Lolland di Denmark dengan Pulau Fehmarn di Jerman. Dengan panjang sekitar 18 kilometer, terowongan itu ditargetkan rampung pada 2029.
Terowongan itu dinamai Fehmarnbelt Fixed Link. Dikutip dari Express, Rabu (14/1/2026), andai proyek itu selesai, Fehmarnbelt akan masuk jajaran terowongan jalan dan rel kereta api paling impresif di dunia.
Kehadirannya sekaligus mengakhiri ketergantungan pada jalur feri yang selama ini melayani penyeberangan antara Rodby di Denmark dan Puttgarden di Jerman.
Pengelola megaproyek itu, Femern, menyampaikan keterangan bahwa metode terowongan terendam dipilih karena dinilai aman dan efisien.
“Terowongan yang terendam adalah cara yang aman, teruji, dan efisien untuk membangun terowongan bawah air,” demikian pernyataan disampaikan.
Teknologi itu disebut dikembangkan di Denmark dengan mengacu pada pengalaman pembangunan proyek serupa.
“Teknologi ini dikembangkan di Denmark dan dibangun berdasarkan pengalaman dari, antara lain, Terowongan Oresund,” keterangan ditambahkan.
Soal keselamatan, Femern memastikan proyek itu tidak akan mengganggu jalur pelayaran di Selat Fehmarn.
“Setelah selesai dibangun, terowongan ini tidak akan menjadi hambatan bagi lalu lintas kapal di Selat Fehmarn. Keselamatan maritim juga menjadi prioritas utama selama fase konstruksi,” keterangan perusahaan itu.
“Terowongan Fehmarnbelt akan sama amannya dengan bagian jalan tol di atas tanah yang sejenis. Terowongan ini dilengkapi dengan bahu jalan yang kokoh dan pintu keluar darurat di sepanjang keseluruhan jalurnya,” pernyataan ditambahkan.
Selama ini, perjalanan dengan feri memakan waktu sekitar 45 menit. Dengan terowongan baru, waktu tempuh tersebut akan dipangkas drastis menjadi hanya sekitar tujuh menit menggunakan kereta dan kurang lebih 10 menit bagi kendaraan pribadi.
Efek Domino bagi Pariwisata
Manfaat Fehmarnbelt tidak hanya pada kecepatan perjalanan. Di sektor pariwisata, proyek ini diprediksi menjadi daya tarik baru, terutama bagi wisatawan asal Jerman dan negara-negara Eropa Tengah.
Akses yang semakin mudah diyakini akan mendorong minat wisatawan Jerman untuk menjelajah kawasan timur Denmark, seperti Zealand, Lolland-Falster, hingga Pulau Mon.
Dari laman Femernbelt Development, potensi kunjungan wisatawan Jerman ke wilayah tersebut bisa menembus angka lima juta orang setelah terowongan beroperasi. Angka tersebut menjadi peluang besar bagi destinasi yang selama ini relatif kurang tersorot dibanding Kopenhagen.
Antisipasi pun mulai dilakukan. Pelaku industri pariwisata setempat bersiap menyambut lonjakan wisatawan dengan menambah kapasitas akomodasi, meningkatkan layanan, hingga menyediakan fasilitas dan informasi berbahasa Jerman.
Pemerintah Denmark juga ikut turun tangan dengan mengalokasikan dana khusus untuk promosi pariwisata internasional, termasuk memperkenalkan pengalaman lokal di luar ibu kota.
Fehmarnbelt juga akan berperan sebagai penghubung strategis antara Skandinavia dan Eropa Tengah. Jalur kereta yang melintas di terowongan ini nantinya terintegrasi dengan jaringan kereta cepat di Denmark dan Jerman.
