Imbas memburuknya hubungan diplomatik antara China dan Jepang, arus wisata turis China ke Jepang mengalami penurunan tajam. Kondisi itu membawa “kabar baik” bagi sektor pariwisata Korea Selatan dan kawasan Asia Tenggara.
Pada 4 Januari, media China Zaiji Caijing melaporkan bahwa selama periode liburan Yuandan atau tahun baru, permintaan penerbangan dari China ke Jepang turun hingga 40,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, permintaan perjalanan ke Korea Selatan dan negara-negara ASEAN meningkat secara signifikan.
Sementara itu, dilansir dari Asia Business Daily, Kamis (8/1/2026), data dari Hangban Guanzha, platform data penerbangan China yang menyediakan informasi jadwal, operasional, serta analisis penerbangan, menunjukkan lonjakan mobilitas penumpang selama libur Yuandan.
Selama periode 1-3 Januari 2026, volume penumpang penerbangan sipil China mencapai sekitar 5,885 juta orang, dengan rata-rata 1,962 juta penumpang per hari. Angka tersebut meningkat 10,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan itu mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan China seiring memburuknya hubungan China dan Jepang. Mereka memilih Korea Selatan dan Asia Tenggara sebagai tujuan perjalanan luar negeri.
Reservasi ke Seoul meningkat 3,3 kali lipat
Korea Selatan menjadi salah satu tujuan paling diminati wisatawan China. Reservasi penerbangan ke negeri ginseng tersebut tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode liburan.
Di antara seluruh rute, penerbangan ke Seoul mencatat pertumbuhan tertinggi. Reservasi ke ibu kota Korea Selatan itu melonjak hingga 3,3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Itu menjadikan Seoul sebagai destinasi dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara semua tujuan perjalanan.
Seoul juga menjadi destinasi paling populer selama liburan Yuandan bagi mahasiswa asal China.
Tren serupa juga terlihat pada perjalanan ke Vietnam. Penerbangan ke Ho Chi Minh City dan Hanoi masing-masing meningkat 3,2 kali dan 2,4 kali lipat, terutama diminati oleh pekerja kantoran berusia akhir 20-an hingga 30-an.
Selain itu, penerbangan ke Selandia Baru meningkat 1,1 kali lipat, sementara rute menuju Brasil mencatat lonjakan reservasi hampir tiga kali lipat selama periode liburan. Destinasi bebas visa seperti Georgia, Uzbekistan, dan Kazakhstan juga masuk dalam 10 besar tujuan dengan tingkat pertumbuhan reservasi tertinggi.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Menurut data Qunar, sepuluh destinasi internasional teratas yang dipilih wisatawan China selama liburan Yuandan seluruhnya berada di kawasan Asia. Seoul, Bangkok, dan Hong Kong menempati tiga posisi teratas sebagai tujuan favorit
Jepang bukan lagi pilihan teratas
Sebaliknya, permintaan penerbangan ke Jepang menunjukkan penurunan yang signifikan. Menurut Hangban Guanzha, jumlah penerbangan internasional ke Jepang selama periode liburan Yuandan turun 40,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jepang, yang secara konsisten berada di antara destinasi perjalanan keberangkatan teratas untuk hari libur besar China, keluar dari 10 besar untuk liburan Yuandan tahun ini. Hal ini dipandang sebagai akibat dari memburuknya hubungan China-Jepang baru-baru ini.
Tren yang sama juga diamati dalam operasi penerbangan internasional. Menurut Hangban Guanzha, di antara 20 rute internasional dan regional teratas selama liburan Yuandan, rute Korea Selatan menempati peringkat pertama dalam jumlah penerbangan yang dioperasikan, naik 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, hanya rute ke Jepang, Thailand, dan Australia yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan penerbangan ke Jepang yang paling signifikan
