Beberapa waktu lalu, publik menyampaikan kritik atas sabotase spot foto oleh fotografer lokal di Wat Arun. Kini, kuil ikonik Thailand itu menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
Wat Arun atau Temple of Dawn menjadi ikon pariwisata Thailand. Wisatawan yang datang ke sana biasanya menyewa pakaian tradisional sambil hunting foto.
Namun, tren ini memunculkan masalah baru. Fotografer lokal melakukan sabotase untuk spot-spot terbaik dan hanya klien mereka saja yang diperbolehkan. Sampai akhirnya seorang warga lokal menyuarakan keresahannya di platform X dan menjadi viral.
Krisda “Pond” Witthayakhajorndet, pendiri Be On Cloud, mengkritik perilaku para fotografer, mengatakan bahwa hal itu mengganggu wisatawan dan menciptakan suasana negatif. Ia menekankan bahwa kuil adalah ruang publik dan tidak boleh dieksploitasi untuk kepentingan bisnis pribadi. Bahkan, Krisda menyebut bahwa fotografer lokal tak ragu mengusir wisatawan yang sedang lewat di sana.
Pada tanggal 7 Januari, Wat Arun buka suara dengan mengeluarkan pernyataan resmi, seperti dikutip dari The Thaiger pada Rabu (14/1/2026).
“Kuil dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan atau ketidaknyamanan yang mungkin dialami oleh mereka yang bersangkutan. Kuil juga ingin menyampaikan apresiasinya kepada mereka yang telah membagikan masalah ini secara publik, karena perspektif mereka telah membantu mencerminkan sudut pandang yang berharga dan berkontribusi pada peninjauan pendekatan kuil dalam mengelola dan merawat areanya dengan cara yang tepat,” kata Wat Arun.
Kuil juga mengumumkan langkah-langkah baru, menyatakan bahwa staf kuil akan bekerja sama dengan petugas dari Kantor Polisi Bangkok Yai, pejabat distrik, dan Polisi Pariwisata untuk mengatur layanan fotografi.
Berdasarkan kebijakan baru, fotografer harus menjalani pelatihan tentang tata krama yang benar dan mendapatkan izin resmi sebelum beroperasi di dalam area kuil.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
